Bawaslu Boltim Ajak Siswa SMA di Boltim Jadi Pengawas Partisipasi
|
Boltim-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengajak para pelajar untuk mengambil bagian mengawal proses demokrasi. Mereka diminta untuk ikut berperan memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat.
Anggota Bawaslu Boltim, Trisno Mais, SAP., M.Si mengajak para siswa untuk ikut berpartisipasi menjadi pengawas partisipatif.
“Tujuan pendidikan partisipatif agar siswa mengerti bahaya politik uang, serta siswa berperan aktif dalam memberikan edukasi bagi warga negara yang telah memiliki hak pilih,” ungkap Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Boltim saat membeberkan sosialisasi di SMA N 1 Tutuyan, Selasa (21/10/2025), kemarin.
Tak hanya itu, Trisno mengatakan pengawasan data pemilih berkelanjutan butuh kerja elaborasi. Menurut dia jika ditemukan masyarakat yang sudah memiliki hak pilih namun belum masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) bisa memberikan laporan ke Bawaslu Boltim.
“Terdapat kategorisasi dalam pemilih, yaitu mereka dapat menggunakan hak pilih jika sudah berusia 17 tahun atau belum 17 Tahun namun sudah menikah, alih status TNI/POLRI,” ujar Trisno.
Dalam kesempatan tersebut Trisno turut memberikan sosialisasi terkait rekrutmen pendidikan pengawas partisipatif (P2P). Menurut dia, program P2P dilaksanakan secara online dan akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan, pendaftaran ditutup menjelang pelaksanaan pretest yang dijadwalkan pada tanggal 23 sampai 24 Oktober 2025.
“Metodenya daring yakni mengenai audio visual dan modul berlangsung secara intensif mulai tanggal 27 Oktober sampai 20 Desember 2025,” ujarnya.
Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Unsrat ini mengatakan para peserta kelak mendapatkan pengetahuan berkaitan demokrasi dan kepemiluan, juga mendapatkan uang pengganti kuota internet serta sertifikat.
“Peserta dalam pendidikan partisipatif akan menerima sertifikat resmi dari Bawaslu RI, karena kegiatan ini berskala nasional,” ungkap dia.
Trisno berharap para siswa yang mengikuti program ini dapat menjadi pioner pengawas.
“Kalian adalah agen of change, ayo ambil bagian dalam pembangunan peradaban demokrasi di Boltim,” tutup Trisno.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Bawaslu Boltim Harmoko Mando, S.Hut serta Kepala Sekretariat (Kasek) Bawaslu Boltim Suharto Mokoginta, S.H.
Untuk diketahui sosialisasi tersebut dilaksanakan di SMA N 1 Tutuyan dan SMK N 1 Tutuyan Boltim.