Bawaslu Boltim Gandeng Akademisi Gelar Diskusi Pendidikan Pengawas Partisipatif
|
Boltim — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar diskusi pendidikan pengawas partisipatif (P2P) secara daring pada Kamis (6/11/25), kemarin. Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber dari Universitas Negeri Manado (Unima), Dr Irene Tangkawarow, S.T., MISD.
Diskusi yang dilaksanakan melalui platform daring tersebut diikuti oleh peserta P2P Boltim.
Dalam kesempatan itu Dr Irene menyampaikan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya di TPS, tetapi juga di ruang siber yang penuh dinamika.
"Pentingnya kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat menjadi kunci, agar setiap warga dapat berperan sebagai pengawas partisipatif yang aktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi," kata Irene saat memulai diskusi, Jumat (7/11) kemarin.
Tak hanya itu, Irene mengungkapkan bahwa semua elemen harus ambil bagian untuk mengawasi terhadap terjadinya penyebaran informasi hoaks di media sosial.
“Kita semua punya tanggung jawab supaya tidak ada penyebaran berita bohong di media sosial, sehingga perlu meningkatkan literasi digital,” ungkapnya.
Senada, Anggota Bawaslu Boltim, Trisno Mais mengatakan pentingnya kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat dalam menjaga integritas pelaksanaan pemilu.
“Pengawasan partisipatif menjadi kunci dalam memastikan pemilu berjalan jujur, adil, dan bermartabat,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa masyarakat bukan hanya objek, tetapi subjek utama dalam pengawasan.
“Kami berharap ada kerja elaborasi semua pihak untuk mewujudkan keadilan pemilu,” katanya.
Menurut Trisno kegiatan diskusi seperti ini menjadi wadah bagi peserta untuk mendapatkan literasi terkait kepemiluan.
“Saya berharap peserta dapat memahami dinamika pengawasan di lapangan, serta memperkuat komitmen bersama dalam mencegah pelanggaran pemilu,” pungkasnya.