Lompat ke isi utama

Berita

Beri Kuliah Umum di Fispol, Trisno Beber Strategi Pengawasan Digital

Trisno

Dokumen Bawaslu BOLTIM

Boltim - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Trisno Mais menilai bahwa perkembangan teknologi yang pesat membawa peluang sekaligus tantangan dalam upaya pengawasan. Bawaslu harus lebih adaptif.

“Bawaslu harus adaptif, responsif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi agar pengawasan berjalan efektif,” kata Trisno saat pemaparan materi dalam kuliah umum di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol), Unsrat Manado, (17/11), kemarin.


Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Boltim menjelaskan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat ini, bukan tidak mungkin penyebaran berita bohong serta SARA sulit dikendalikan di media sosial.

“Pengawasan pemilu saat ini tidak hanya dilakukan di lapangan, namun juga di ruang digital,” katanya.

 

Alumni mahasiswa Fispol Unsrat ini mengatakan bahwa partisipasi publik adalah kunci utama dalam mencegah pelanggaran, terutama yang terjadi di platform digital.

“Semakin banyak partisipasi publik, semakin baik peradaban demokrasi,” tuturnya.

 

Foto diambil di Aula FISIP UNSRAT
Foto di Aula FISIP UNSRAT

 


Menurut dia kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman terkait pentingnya literasi digital dalam menghadapi pesta demokrasi. Dengan meningkatnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat, proses pengawasan pemilu dapat berjalan lebih optimal dan transparan.

“Bawaslu Boltim berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan pengawasan, baik secara langsung maupun melalui ruang digital, demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan berkualitas,” pungkasnya.


Untuk diketahui, kuliah umum tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa program studi ilmu administrasi negara dan dibuka oleh Dekan Fispol Unsrat, Dr Ferry D Liando, SIP., MSi.