Lompat ke isi utama

Berita

Gelar Ngopi, Bawaslu Gandeng KPU Boltim Beri Edukasi Kepemiluan

Diskusi

Dokumen Bawaslu Bolaang Mongondow Timur

Boltim – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar kegiatan penguatan kelembagaan pada masa non-tahapan melalui program Ngobrol Pemilu (Ngopi). Kegiatan ini mengangkat tema pemutakhiran data partai politik berkelanjutan, Kamis (29/1/2026), di Kantor Bawaslu Boltim.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu Boltim, Mutahir Mamonto, didampingi Anggota Bawaslu Boltim Harmoko Mando dan Trisno Mais serta Kepala Sekretariat Bawaslu Boltim, Suharto Mokoginta.

Dalam sambutannya, Mutahir menyampaikan kegiatan Ngopi merupakan implementasi dari edaran Bawaslu dalam mengoptimalkan peran kelembagaan pada masa non-tahapan pemilu.

“Ngobrol Pemilu (Ngopi) ini merupakan upaya memperkuat koordinasi dan pemahaman kepemiluan,” ujar Mutahir

Sementara itu, Anggota KPU Boltim Nugroho Lasabuda memaparkan bahwa pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan merupakan proses pembaharuan data kepengurusan, keanggotaan, keterwakilan perempuan, hingga domisili kantor partai politik yang dilakukan secara terus-menerus.

"Proses pemutakhiran data tersebut dilakukan melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) dengan tujuan menjaga akurasi dan akuntabilitas data serta mempermudah proses verifikasi partai politik pada pemilu yang akan datang,” ujarnya.

Menurut dia, data partai politik diperiksa melalui SIPOL dengan tujuan memastikan akurasi, meningkatkan akuntabilitas, dan memudahkan proses verifikasi pada pemilu mendatang.

Tak hanya itu, Nugroho mengungkapkan bahwa mekanisme pemutakhiran data dan dokumen partai politik secara berkelanjutan melalui SIPOL, yakni penambahan data dan dokumen, perbaikan data dan dokumen, serta penghapusan data dan dokumen partai politik.

"KPU Boltim mendorong partisipasi partai politik dalam pemutakhiran data berkelanjutan tahun 2026 melalui sosialisasi di media sosial, pembukaan helpdesk SIPOL, serta kunjungan langsung ke sekretariat partai politik", ujarnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Boltim, Harmoko Mando menilai bahwa dalam hal pemutakhiran data partai politik berkelanjutan, KPU telah melangkah lebih awal.

“KPU bisa dikatakan selangkah lebih maju karena telah melewati dua semester,” ungkapnya.

Kemudian Anggota Bawaslu Boltim, Trisno Mais menekankan pentingnya kerjasama dalam hal melakukan mitigasi.

Koordinator Divisi Hukum Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Boltim menjelaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan media sosial. Menurut dia, masyarakat bisa menyampaikan laporan ke Bawaslu maupun KPU melalui media sosial apabila namanya dicatut dalam struktur kepengurusan partai politik.

“Kami akan menjadi mediator untuk menyampaikan kepada KPU,” ujarnya.


Dia berharap perlu ada sinergis antara KPU dan Bawaslu. Hal itu dilakukan supaya data yang dihasilkan bisa lebih akurat dan valid.

“Kolaborasi KPU dan Bawaslu menjadi sangat penting guna mewujudkan data kepartaian yang akurat dan akuntabel,” pungkas Trisno.