Karang Taruna Boltim Ungkap Peran Pemuda Mengawal Demokrasi
|
Boltim -Ketua Karang Taruna Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Muhammad Taufik menyebut pentingnya peran pemuda dalam mengawal proses demokrasi. Hal itu disampaikan dalam kegiatan ngobrol pemilu (Ngopi) yang digelar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Boltim Senin (9/3/202).
“Demokrasi ini merupakan amanah rakyat,” kata Taufik, saat menjadi narasumber dalam agenda ngopi, Senin (9/3), di Kantor Bawaslu Boltim.
Taufik mengatakan demokrasi merupakan amanah rakyat yang tidak hanya berhenti pada proses pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), tetapi juga harus terus dikawal setelah proses pemilihan selesai.
“Tentunya tidak hanya pada saat pemungutan suara di TPS saja, tetapi setelah pemilihan selesai, kebijakan pemerintah yang lahir dari proses demokrasi juga harus tetap kita kawal bersama,” ujarnya.
Dia menuturkan potensi generasi muda dalam menentukan arah demokrasi di Indonesia. Menurut dia, saat ini jumlah pemilih dari kalangan Generasi Z dan milenial mencapai sekitar 55 persen, sehingga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam proses demokrasi.
“Dengan presentase generasi Z dan milenial yang cukup tinggi, yakni sekitar 55 persen, maka peran anak muda sangat menentukan dalam menjaga kualitas demokrasi,” katanya.
Taufik mengungkapkan generasi muda menghadapi sejumlah tantangan dalam berpartisipasi aktif dalam demokrasi.
Menurut dia ada empat tantangan utama yang dihadapi pemuda saat ini.
“Pertama, masih kurangnya literasi politik kedua, sikap apatis ketiga, maraknya penyebaran informasi hoaks, serta keempat, banyak anak muda yang masih berada pada fase pencarian jati diri,” tutur dia.
Taufik membeberkan bahwa ada tiga fondasi utama dalam sistem demokrasi di Indonesia, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Namun demikian, kata dia kekuatan utama dalam demokrasi tetap berada di tangan rakyat.
“Ketiga pilar tersebut merupakan fondasi demokrasi, tetapi landasan yang paling utama adalah rakyat sebagai pemegang kedaulatan,” pungkasnya.