Lompat ke isi utama

Berita

Sumampouw Dorong Jajarannya Cermat dan Responsif Hadapi Informasi Hoaks

Zoom

Dokumen Bawaslu Bolaang Mongondow Timur

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Erwin F Sumampouw mendorong jajarannya lebih cermat dan responsif dalam menyikapi maraknya informasi hoaks di media sosial (medsos). Hal itu disampaikan dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan, Rabu (25/2/2026), di Kantor Bawaslu Sulut.

“Beredarnya berita maupun informasi hoaks harus diperiksa keasliannya,” kata Sumampouw dalam penyampaian materi terkait rancang bangun kapasitas SDM dan organisasi pengawas pemilu yang efektif.

Dia menegaskan penguatan kelembagaan Bawaslu tidak terlepas dari landasan hukum yang kuat.

Selain itu, arus informasi yang cepat, termasuk maraknya berita hoaks, menuntut pengawas pemilu untuk lebih cermat dan responsif.

“Kita harus memastikan setiap informasi yang beredar benar-benar sesuai dengan fakta dan data yang valid,” kata dia.


Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Sulut menambahkan bahwa terdapat tiga fokus utama dalam penguatan kelembagaan, yakni peningkatan kapasitas SDM, penguatan tata kelola administrasi, serta optimalisasi digitalisasi dalam pengawasan pemilu.

“Bawaslu melalui Puslitbangdiklat telah melaksanakan berbagai program peningkatan kapasitas internal, mulai dari penguatan kompetensi dasar pengetahuan, keterampilan, tematik, hingga aspek sosial kultural,” ujar Erwin.

Sumampouw membeberkan, penguatan kelembagaan meliputi beberapa aspek diantaranya kata dia, pelatihan mediator, legal drafting, legal opinion, ajudikator dan advokasi hukum.

“Kita harus membangun budaya belajar di lingkungan internal melalui peningkatan skill dan profesionalitas pengawas pemilu,” pungkasnya.